menu

9:00 AM
Hidup ini penuh dengan pilihan

Hidup ini penuh dengan pilihan. Setiap saat dan waktu kita senantiasa dihadapkan kepada sebuah pilihan yang harus kita ambil dan setiap pilihan yang kita buat tersebut tentulah mempunyai konsekwensi tersendiri terhadap diri dan hidup kita. Pilihan yang baik dan benar akan memberikan dampak yang positif dan pilihan yang salah akan memberikan dampak yang negatif. Hal ini menuntut kita untuk menjadi bijak dan semakin bijak hari demi hari agar pilihan demi pilihan yang kita buat dalam hidup kita merupakan pilihan yang terbaik. Karena dapat dikatakan bahwa keberhasilan hidup seseorang adalah sangat ditentukan dari keberhasilannya memilih yang baik dari setiap pilihan yang dihadapkan kepadanya dalam kehidupan. 

Tidak mudahnya bagi mansuia untuk memutuskan pilihan terbaik yang harus diambilnya adalah dikarenakan dalam memutuskan sebuah pilihan manusia tidak hanya menggunakan satu instrumen tuggal. Manusia diberikan akal oleh Sang Pencipta agar dapat menggunakan instrumen yang dimilikinya dengan sebaik-baiknya. Beberbeda dengan mahluk lain yang tidak dikarnuiakan kebebasan untuk memilih, manusia diciptakan menjadi mahluk yang harus bertanggung jawab atas pilihan yang dibuatnya lantaran ia juga dikaruniakan kebebasan untuk memilih.

Secara garis besar ada dua  instrumen penting yang dipakai manusia untuk memutuskan sebuah pilihan. Pikiran dan emosi. Pikiran bekerja secara matematis menganalisa dampak dan untung ruginya sebuah pilihan sedangkan emosi cenderung melihat sesuatu berdasarkan menyenangkan atau tidaknya hal itu. Karena kelibihan dan kekurang yang dimiliki masing-masing maka dalam mengambil keputusan kita tidak bisa mengandalkan salah satunya saja. Mensinergikan pikiran dan emosi secara seimbang adalah kunci untuk dapat memutuskan sebuah pilihan terbaik yang harus kita ambil. Tidak semua hal yang kita suka itu berarti baik bagi kita dan juga tidak selalu hal yang tidak kita sukai itu berarti buruk bagi kita. Hal itu membuat kita benar-benar tidak bisa mengandalkan emosi semata untuk memutuskan. Namun demikian ini tidak berarti emosi itu sama sekali tidak dapat diandalkan dalam mengambil keputusan. Sering kali juga ada pilihan-pilihan yang tidak bisa dikalkulasi oleh logika pikiran semata. Urusan-urusan yang menyangkut hubungan antar manusia terkadang mempunyai kerumutian yang tidak dapat terpecahkan oleh logika pikiran tanpa melibatkan pertimbangan-pertimbangan emosional.

Category: Tata Jiwa | Views: 328 | Added by: edy | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar