Home » 2015 » January » 18 » Heninglah. Keheningan Adalah Satu-Satunya Doa.
11:50 AM
Heninglah. Keheningan Adalah Satu-Satunya Doa.

Heninglah. Keheningan Adalah Satu-Satunya Doa.
Be Silent. Only Silence Is Prayer. 


Jika engkau pergi ke tempat ibadah dan doamu menjadi keinginan, doamu tidak akan pernah didengar. Karena doa hanya mungkin ada jika keinginan tidak ada. Sebuah keinginan tidak akan pernah menjadi doa. Jika engkau meminta sesuatu, engkau akan melewatkannya. Engkau tidak berdoa. Dan Tuhan mengetahui apa pun yang menjadi keinginanmu.

If you go to the temple and your prayer becomes a desire, it will never be heard. Because a prayer is possible only when desire is not there. A desire can never become a prayer. If you ask for something, you will miss. You are not praying. And God knows whatsoever your need is.

Ada seorang suci Sufi, Bayazid namanya, dan ia selalu mengatakan: “Tuhan mengetahui apa pun kebutuhanku, jadi aku tidak pernah berdoa. Karena hal itu adalah bodoh. Apa yang harus dikataka kepada-Nya? Ia telah mengetahuinya. Jika aku mencoba mencari tahu sesuatu yang Ia tidak ketahui, itu juga adalah bodoh. Bagaimana mungkin engkau menemukan hal yang seperti itu? Oleh karenanya aku tidak pernah khawatir. Apapun yang aku butuhkan, Ia selalu memberi.”

There was a Sufi saint, Bayazid, and he always used to say: ‘God knows whatsoever my need is, so I have never prayed – because that is foolish! What to say to Him? He already knows. If I say something which He knows, it is foolish. If I try to find something which He does not know, that too.is foolish. How can you find such a thing? So I have simply never bothered. Whatsoever my need is, He always gives.’

Tapi pada suatu ketika, Ia sangat sangat miskin, lapar, dan ditolak oleh orang-orang di kota yang dilewatinya. Tidak ada yang mau memberinya tempat menginap. Malam itu begitu gelap dan ia duduk dibawah pohon, di pinggir kota yang tempatnya berbahaya. Dan seorang muridnya berkata; “lalu bagaimana dengan situasi ini? Jika Ia (Tuhan) mengetahui bahwa pencinta-Nya, Bayazid, sedang dalam kesulitan seperti ini, orang-orang di kota telah menolaknya, ia lapar dan tanpa makanan, duduk dibawah pohon, binatang buas banyak berkeliaran, ia tidak dapat tidur – Tuhan macam apa yang engkau bicarakan yang mengetahui segala sesuatu yang engkau butuhkan?”

But at that time, he was very very poor, hungry, rejected by the town he was passing through. Nobody was ready to give him a shelter for the night. The night was dark and he was sitting under a tree; outside the town, it was dangerous. And one disciple said, ‘But what about this situation? If He knows that His lover, Bayazid, is in such a trouble – that the town has rejected him, he is hungry and without food, sitting under a tree, wild animals all around, he cannot sleep even – what type of God are you talking about who knows everything that you need?’

Bayazid tertawa dan berkata, “Ia mengetahui bahwa hal inilah yang aku butuhkan saat ini. Inilah kebutuhanku. Jika tidak, bagaimana mungkin ini terjadi? Mengapa situasi ini begini? Tuhan mengetahui kapan engkau membutuhkan kemiskinan, dan Tuhan mengetahui kapan engkau membutuhkan kekayaan. Dan Tuhan mengetahui kapan engkau harus berpuasa dan Tuhan mengetahui kapan engkau harus pergi ke pesta makan-makan. Ia mengetahui, dan inilah kebutuhanku saat ini.

Bayazid laughed and he said, ‘He knows that this is what I need at this moment. This is my need! Otherwise, how? – why should it be there? God knows when you need poverty,’ said Bayazid, ‘and God knows when you need riches. And God knows when you have to go on a fast, and God knows when you have to participate in a feast. He knows! And this is my need right now.’

Engkau tidak dapat meminta. Jika engkau meminta, engkau tidak akan diberikan. Meminta menandakan bahwa engkau belum siap untuk menerimanya. Doa haruslah keheningan. Keheningan adalah doa. Jika kata-kata muncul, dengan seketika keinginan mengikutinya, karena kata-kata adalah kendaraan keinginan. Dalam keheningan, bagaimana mungkin engkau memiliki keinginan? Sudahkah engkau mencobanya? Dalam keheningan, dapatkah engkau menginginkan sesuatu? Bagaimana engkau dapat memiliki keinginan dalam keheningan? Dibutuhkan bahasa. Bahasa adalah milik dunia keinginan. Oleh karena itu, mereka yang telah mengetahui menekankan pada menjadi hening, karena dengan tidak adanya kata-kata dalam pikiranmu, keinginan lenyap seluruhnya; jika tidak, pada setiap kata akan dikuti oleh keinginan dibelakangnya.

You cannot ask. If you ask, it will not be given to you. In the very asking, you prove yourself not yet capable of receiving it. Prayer should be silent. Silence is prayer. When words come in, desires follow suddenly – because words are the vehicles of desire. In silence, how can you desire? Have you tried it? In silence, can you desire something? How can you desire in silence? Language will be needed. All languages belong to the realm of desire. Hence the insistence of all those who know on becoming silent, because only when there is no word in your mind will desire cease completely; otherwise, with every word, desire is lurking behind.

Apa pun yang engkau katakana, bahkan jika engkau pergi ke tempat ibadah, ke masjid dan ke gereja dan engkau mengatakan, ‘Aku tidak menginginkan apa-apa’ itu adalah sebuah keinginan. Lihatlah, amati – ada keinginan yang tersembunyi. Dan engkau telah mendengar bahwa sampai engkau berhenti menginginkan, tidak akan diberikan. Itu kenapa engkau mengatakan ‘aku tidak menginginkan’ untuk mendapatkannya. Tapi keinginan mengintai dari belakang, di dalam bayangan kata-kata. Jika tidak, untuk apa mengatakan ‘aku tidak menginginkan apa pun’?

Whatsoever you say, even if you go to the temple and the mosque and the church and you say, ‘I don’t desire anything,’ it is a desire. Just look, watch – hidden somewhere is a desire. And you have heard that until you stop desiring, it will not be given. That’s why you are saying, ‘I don’t desire’ – to get it. But it is lurking in the back, in the shadow it is there. Otherwise what is the need to say, ‘I don’t desire anything’?

Jadilah Hening. Keheningan adalah satu-satunya doa.
Be silent. Only silence is prayer.

Diambil Dari: Sampai Engkau Mati (Ceramah tentang Jalan Sufi). Bab 1. Sampai Engkau Mati
Taken from: Until You Die (Discourses on The Sufi Way). Chapter 1. Until You Die

Category: Paham Osho | Views: 352 | Added by: edys | Tags: meditasi, hening, osho | Rating: 1.0/1
Total comments: 0
avatar