Home » 2015 » April » 2 » Wajah Agama Yang Indah
7:37 PM
Wajah Agama Yang Indah

Oleh : Gede Prama

Dalam banyak hal, barat menyimpan banyak tanda-tanda ke mana peradaban akan bergerak. Demokrasi, kapitalisme, feminisme, hak-hak azasi manusia hanya sebagian unsur peradaban yang awalnya merebak di Barat, kemudian menular ke mana-mana. Di sebuah kesempatan, seorang dosen di Barat bertanya pada ratusan mahasiswanya di sebuah kelas: siapa yang beragama di kelas ini? Dan yang menaikkan tangan hanya segelintir
orang. Itu pun semuanya berwajah Asia. Namun, dari mayoritas yang tidak menaikkan tangan itu, mengembalikan pensil sehabis meminjam, membukakan pintu pada wanita yang ada di belakangnya, tersenyum mengucapkan selamat pagi pada orang-orang yang dijumpai. 

Sekelumit cerita singkat ini mau bertutur, kalau wibawa dan karisma agama di Barat sudah demikian menurun. Jika ada yang berani bertanya pada orang Barat yang baru dikenal dengan pertanyaan ‘agama Anda apa?’, siap-siaplah diterima dengan tatapan muka yang tidak bersahabat. Dan pada saat yang sama, ada gelombang besar yang sedang melanda dunia berupa rasa lapar dan dahaga yang mendalam akan kedamaian. Tidak terlalu penting judul dan bungkusnya apa, asal memberikan kedamaian, banyak orang akan ikut. Ini yang berada dibalik merebak pesatnya pusat-pusat meditasi di mana-mana. Tidak ada hal lain yang dicari kecuali kedamaian. Sehingga memunculkan tantangan menawan bagi agama-agama. Agama mana pun yang gagal menjawab aspirasi damai umatnya, kemungkinan besar akan ditinggalkan. 

Menyeberangi samudera kekisruhan Meminjam pengandaian seorang guru, ajaran-ajaran religiusitas ibarat perahu untuk menyebeberangi samudera kekisruhan. Pertama-tama kita perlu membangun perahu. Kemudian bergerak menyeberangi
samudera. Terakhir meninggalkan perahunya di belakang. Hampir semua perahu religiusitas dibangun dengan etika dan tata susila. Di Islam disebut Syari’at, dalam Kristianitas diberi judul sepuluh perintah Tuhan, penganut Buddha menyebutnya Vinaya, orang Hindu menyebutnya Tri Kaya Parisudha. Ada yang serupa di antara semua ini: menghentikan semua kejahatan, memperbanyak kebajikan, memurnikan hati dan pikiran. Siapa saja yang sudah mulai melaksanakan etika dan tata susila, ia sudah melangkah menyeberangi samudera kekisruhan. Dan mulai melihat wajah-
wajah kedamaian, kendati dalam bentuk yang kasar dan tidak kekal pada awalnya. Sedikit musuh, banyak sahabat itulah wajah kedamaian yang mulai dijumpai di awal. Begitu etika dan tata susila diterapkan lebih sempurna lagi, hidup mulai menunjukkan wajahnya yang lebih sejuk lagi. Dalam meditasi maupun keseharian, ia muncul dalam bentuk batin yang teduh dan menyentuh. Tidak lagi tertarik untuk melakukan segala bentuk kejahatan, dan pada saat yang sama muncul rasa lapar untuk tersenyum pada semuanya. keserakahan, kemarahan, kebencian dan segala kekotoran batin lenyap. Mungkin ini sebabnya J. Krishnamurti pernah menyebut understanding is doing. Pengertian baru muncul setelah pelaksanaan. Makanya ada guru yang menyarankan, janganlah menyebut diri mengerti semata-mata karena bisa mengucapkan.

Buka pintu pengertian melalui pelaksanaan. Inilah wajah agama yang indah: agama yang telah dilaksanakan. Kejernihan agung (great clarity) itulah tanda kalau seseorang telah melaksanakan agamanya, sekaligus menjadi tanda telah diseberanginya lautan kekisruhan. Segala nafsu inderawi sudah duduk di bawah sebagai pembantu dan berhenti menjadi penguasa yang menakutkan, keinginan untuk menjadi yang lain dari sekarang juga sudah menghilang, itulah tanda-tanda pejalan kaki yang sudah menyeberang. Dan begitu sampai di seberang, semua hal (termasuk perahu) ditinggalkan di belakang. Tidak tertarik menggunakan etika dan tata susila untuk menghakimi orang, tidak tertarik untuk menyebut diri sendiri dengan sebutan suci, apa lagi menyebut agama orang salah. Inilah yang kerap disebut keheningan agung. Nafsu ini
nafsu itu, keinginan ini keinginan itu, semuanya lenyap. Yang tersisa hanya cinta dan hanya cinta.

Category: Uncategory | Views: 386 | Added by: edys | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar