menu

11:33 AM
Memenangkan Batik

Meskipun Indonesia telah diakui dunia sebagai negeri asal lahirnya batik dan batik telah dinobatkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya asli Indonesia, ini bukanlah berarti serta-merta membuat Indonesia menjadi negara yang menguasai pasar batik dunia terbesar. Yang perlu kita ketahui terkait batik adalah adalah bahwa Indonesia bukanlah satu-satunya negara yang produktif memproduksi batik. Sedikitnya ada sepuluh negara lain di dunia ini yang juga merupakan produsen batik. Yang empat terbesar diantaranya ada Cina, Malaysia, Azerbaijan dan Thailand. Dan diantara empat negara lain produsen batik tersebut Cina adalah negara yang berpotensi mengalahkan Indonesia dalam urusan distribusi dan perdagangan batik. Bahkan, jika kita menengok ke pasar dalam negeri kita sendiri, kita akan mendapati ada begitu banyak sekali batik-batik yang berasal dari negeri tirai bambu tersebut. Diperkirakan penguasaan Cina terhadap pasar batik di Indonesia dapat mencapai 30%. Tentu saja itu adalah angka yang sangat besar dan angka tersebut dapat saja terus membesar dan membesar. Para pengusa dan pedagang batik Indonesia disinyalir cukup mulai kuwalahan untuk mengatasi derasnya arus masuk batik Cina ke pasar Indonesia ini. Terlebih-lebih lagi batik-batik asal Cina ini mempunyai harga yang lebih murah dibanding  batik-batik produksi dalam negeri kita sendiri. Dan tentu jika hal tersebut tidak disikapi dengan baik dan tidak dilakukan langkah-langkah antisipatif, bukan tidak mungkin justru batik-batik asal Cina-lah yang akan menguasai pasar lebih besar dibanding batik-batik buatan Indonesia sendiri.

Sebagai negeri pewaris batik, tentu kita harus banyak melakukan introspeksi melihat kenyataan ini. Dibutuhkan peran semua pihak untuk untuk dapat menjadikan Indonesia sebagai produsen dan pemegang pasar batik terbesar di dunia yang mana sudah seharusnya demikian. Pemerintah, pengusaha batik, pekerja batik, pihak-pihak terkait lainnya dan juga tentunya rakyat Indonesia haruslah berada dalam sebuah program yang terintegrasi untuk mewujudkan Indonesia sebagai produsen dan pemegang pasar batik terbesar di dunia tersebut. Masuknya batik-batik dari negara lain ke pasar Indonesia tentu tidaklah bisa dicegah. Hal yang harus dilakukan adalah justru bagaimana agar batik-batik buatan Indonesia ini betul-betul dapat bersaing dengan batik-batik asal negeri lain khusunya batik-batik asal Cina. Satu hal yang patut kita pertanyakan terkait hal ini adalah bagaimana bisa batik-batik Cina tersebut mempunyai harga yang lebih murah dari batik-batik Indonesia yang jelas-jelas diproduksi di dalam negeri yang tidak harus dibebani biaya masuk. Dalam hal ini tentu saja dibutuhkan peran pemerintah untuk membuat sebuah program yang dapat meringankan beban biaya bagi para produsen batik dalam negeri agar dapat menghasilkan batik yang berkualitas dan dengan harga yang bersaing. Dan juga perlunya dilakukan langkah-langkah yang dapat mencegah masuknya produk-produk dari luar negeri melalui jalur-jalur ilegal yang tentu itu akan sangat merugikan para pengusaha dalam negeri.

Terlepas dari upaya-upaya tehnis yang harus terus kita pikirkan dan lakukan, satu hal yang paling mendasar dan pokok untuk dilakukan adalah menumbuhkan penghargaan dan rasa cinta bangsa Indonesia terhadap batik asli Indonesia. Rasa cinta inilah yang nantinya akan melahirkan kepedulian dan melahirkan upaya kita untuk mejaga dan memperjuangkan batik Indonesia ini. Apakah batik-batik asal Cina itu yang akan mengusai pasar Indonesia ataukah batik-batik buatan Indonesia sendiri, ini akan sangat bergantung pada masyarakat Indonesia. Penentunya adalah kita  karena pasarnya adalah kita. Kitalah yang memilih untuk membeli yang mana. Karenanya jika kita, masyarakat Indonesia, tidak memiliki penghargaan dan rasa cinta terhadap batik asli Indonesia, tentu tidak penting baginya untuk membeli batik buatan mana. Tapi jika kita betul-betul peduli dan menghargai batik sebagai warisan budaya asli Indonesia, tentu kita tidak akan memilih membeli dan mengenakan batik buatan negeri lain dari pada batik buatan negeri kita sendiri. Jadi jika rakyat Indonesia berpihak sepenuhnya kepada batik Indonesia maka batik Indonesia tentu tidak akan pernah kalah bersaing dengan batik-batik asal negeri lain di negerinya sendiri.

Untuk itulah agar dari masa ke masa batik tetap mendapatkan perhatian yang besar oleh seluruh komponen bangsa Indonesia, diperlukan sebuah upaya yang berkesinambungan untuk menjaga batik Indonesia tetap ada di hati masyarakat Indonesia. Salah satu upaya yang efektif untuk itu adalah memperkenalkan batik kepada anak-anak bangsa sejak dini. Kegiatan pelatihan dan pengenalan batik yang rutin dan terus menerus seperti yang dilakukan dan diselenggarakan di Citra Alam adalah merupakan salah satu cara yang akan membuat batik tetap lestari dan dihargai oleh masyarakat Indonesia. Pengenalan batik sejak dini akan menumbuhkan rasa cinta anak-anak bangsa terhadap warisan budaya bangsa. Dan hal-hal ini yang akan mejadi penting untuk memenangkan batik.

 

Category: Uncategory | Views: 355 | Added by: edy | Tags: Batik, Cinta Produk Indonesia, Indonesia, Cinta Indonesia | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar