Home » 2012 » July » 7 » Membangun Ahlak
8:17 AM
Membangun Ahlak

Muhamad SAW: "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR Al Bukhari).

Nampak dari hadist di atas bahwa yang menjadi concern Nabi Muhammad adalah di membangun akhlak manusia; di membangun moral; di membangun budi pekerti. Kita setuju untuk mengatakan bahwa Islam adalah jalan yang dipakai Nabi Muhammad untuk membangun ahlak manusia. Namun perlu kita cermati juga isi hadist di atas, dan kemudian bertanya kenapa kalimat yang dipilih beliau adalah membangun ahlak dan bukan membangun Islam, atau kalimat yang lain misalnya. Padahal jelas-jelas 23 tahun lamanya beliau tanpa lelah membangun dan membesarkan Islam. 

Hemat saya, kenapa kalimat tersebut yang dipilih adalah lantaran tidak ada yang lebih penting dan lebih besar dari terbangunnya ahlak manusia. Terbentuknya moralitas. Terwujudnya budi pekerti. Bahkan, menurut hemat saya, agama tidak lebih besar dari itu. Karena agama hanya alat atau sarana yang dipakai untuk tujuan tersebut. Tujuan selalu lebih besar dan lebih penting dari alat. Artinya, jika suatu agama tidak dapat membuat para penganutnya menjadi berahlak mulia, agama tersebut bisa kita sebut tidak berfungsi. Atau jika beragamanya kita tidak membuat moral kita menjadi lebih baik, dapat kita katakan percuma kita beragama.

Saat ini, masih menurut hemat saya, agama-agama belum berhasil menjalankan fungsinya dan membina para penganutnya untuk menjadi manusia yang berbudi pekerti yang baik. Lantaran apa? Lantaran peran, fungsi, dan perhatian agama saat ini seperti telah bergeser. Agama lebih banyak mengurusi hal-hal yang tidak esensial. Dan celakanya sebagai penganut agama, banyak dari kita yang agamanya hanya untuk bangga-banggaan saja. Yang terjebak pada hal-hal luaran, meributkan perbedaan, meninggikan golongannya, mengkafirkan yang lain dan menerjemahkan agamanya dengan begitu kaku. Disinilah saya kira urgensinya Pancasila. Disinilah saya rasa Pancasila harus mengambil peran. Peran untuk melepaskan agama dari belenggu saling membanggakan diri serta merasa yang paling tinggi dan paling benar; mengembalikan agama ke genetika aslinya. Dan kemudian berdiri bersama-sama agama, berupaya bersama untuk membangun moral bangsa. TANPA PANCASILA, BELENGGU TERSEBUT AKAN SANGAT SULIT DILEPASKAN.

Category: Nasionalisme Indonesia | Views: 271 | Added by: edy | Tags: agama, pancasila | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar