6:59 PM
Harmoni Pikiran dan Perasaan

Akal pikiran kita bekerja berdasarkan ukuran baik atau buruk. Sementara itu, perasaan kita bekerja berdasarkan ukuran suka atau tidak suka. Karenanya, apa yang baik menurut pikiran kita, belum tentu itu adalah apa yang kita suka. Dan apa yang kita tidak suka, juga belum tentu adalah hal buruk adanya.

Pikiran kita tentu saja bisa salah dalam mengukur mana yang baik dan mana yang buruk. Demikian juga halnya dengan perasaan kita yang bisa saja salah dalam menetapkan mana yang harusnya kita sukai dan mana yang harusnya tidak kita sukai. Perasaan terdalam kita sebenarnya hanya dapat merasa nyaman dan damai dengan kebenaran. Karenanya jika kita berbuat sesuatu yang kita pikir itu benar, padahal sebenarnya salah, akan ada perasaan tidak nyaman di hati terdalam kita. Namun ada kalanya perasaan kita tidak murni dan bercampur dengan nafsu dan ego. Dalam keadaan ini, kita dapat merasa nyaman dengan sesuatu, padahal logika akal kita berkata bahwa itu salah.

Pikiran dan perasaan adalah dua instrumen penting bagi manusia untuk memastikan hidupnya berjalan di jalur yang benar. Pikiran dan perasaan ada untuk saling melengkapi dan saling mengkoreksi. Ada kalanya kita harus memaksa perasaan kita agar suka dengan apa yang menurut akal pikiran kita adalah benar. Adakalanya juga kita harus mendorong akal pikiran kita bekerja untuk menjawab ketidaknyamanan pada perasaan kita. Dan ketika pikiran dan perasaan telah sampai pada titik harmoninya; titik dimana keduanya dapat berjalan dengan serasi, nyaman dan bersepakat, itulah titik kemenangan kita sebagai manusia.

Category: Uncategory | Views: 578 | Added by: edys | Tags: pikiran, Perasaan | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar