3:41 AM
Hari Tempe di Jepang

Menimbulkan pertanyaan tersediri memang ketika mendapati fakta bahwa di Jepang, negara yang dikenal memiliki etos kerja yang tinggi ini, diperingati Hari Tempe setiap tahunnya. Dimana pada peringatan tersebut seluruh masyarakat diharuskan untuk mengkonsumsi tempe. Sementara itu, di Indonesia; negeri dimana tempe itu berasal, bukan saja tidak ada peringatan semacam itu, bahkan Tempe sering kali menjadi masalah nasional lantaran ketersediaan kedelai yang minim. 

Indonesia setiap tahunnya harus mengimpor kedelai sebanyak kurang lebih 1,7 juta ton untuk menutupi kebutuhan kedelai Indonesia yang sebesar 2,4 juta ton pertahun. Padahal Indonesia adalah negara Agraris dan bahkan memiliki sedikitnya 14 jenis kedelai berkualias. Diantaranya: Wilis, Argomulyo, Burangrang, Anjasmoro, Kaba, Tanggamus, Sinabung, Panderman, Detam-1, Detam-2, Grobogan, Gepak Ijo, Gepak Kuning, SHR/Wil-60.Di tahun 20011 bahkan total impor kedelai Indonesia di tahun itu melonjak sangat tinggi. Dari Amerika Serikat Indonesia mengimpor sebanyak 1.847.900 ton, Malaysia 120.074 ton, Argentina 73.037 ton, Uruguay 16.825 ton dan Brasil 13.550 ton. Kenyataan ini tentunya harus menjadi perhatian yang serius dari pemerintah. Indonesia seharusnya mampu untuk menghasilkan kedelai dengan berlimpah. Indonesia seharusnya mampu untuk menjadi negara pengekspor kedelai dan bukan sebaliknya. Indonesia punya potensi untuk itu.

Dan seharusnya juga, Pemerintah perlu memberi perhatian kepada tempe yang saat ini telah mendunia. Tempe telah diproduksi di banyak tempat di berbagai negara. Kaum vegetarian di seluruh dunia banyak yang telah menggunakan tempe sebagai pengganti daging. Artinya tempe sebagai salah satu warisan budaya harus dijaga dan diperlihara. Jangan sampai tempe malah lebih dikenal di negara luar dibanding di Indonesia, atau malah Indonesia kalah dengan negara lain dalam kemapuan memproduksi tempe.

Category: Uncategory | Views: 368 | Added by: edy | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar