menu

8:29 AM
Berpijak di atas bumi yang sama
Berpijak di atas bumi yang sama, bernaung dibawah langit yang sama, disinari oleh matahari yang sama, memiliki kebutuhan hidup yang sama, kecenderungan diri yang sama dan struktur tubuh yang sama adalah secuil fakta yang mengarahkan kita pada kesimpulan pasti bahwa Tuhan yang menciptakan kita tentulah satu adanya dan adalah Tuhan yang sama. Tuhannya alam semesta. Tuhannya manusia. Tuhan yang menggenggam nasib setiap jiwa, Tuhan yang menyaksikan segala sesuatu, Tuhan yang membalas setiap perbuatan dengan seadil-adilnya, Tuhan yang tiada pernah salah dalam memutuskan, Tuhan yang tiada pernah menzalimi mahluknya barang sedikitpun, Tuhan yang mengabulkan doa dari setiap jiwa yang berserah, Tuhan yang mengampuni dosa dari diri yang hendak bertaubat, Tuhan yang mengilhamkan kebaikan ke dalam dada manusia, Tuhan yang menyediakan segala kebutuhan mahluknya dalam hitungan yang teliti, Tuhan yang mengendalikan segala urusan yang ada di langit dan di bumi, Tuhan yang menanamkan cinta kasih di hati manusia, Tuhan yang Maha Besar dan tidak membutuhkan apapun dari mahluknya, Tuhan yang sebahagiaan kita menyebutnya dengan sebutan Allah, sebahagian yang lain menyebutnya Yahweh, sebahagiaan yang lain menyebutnya Brahman, Tao, Nirvana, Bapak yang di Surga, Hyang Tunggal, Hyang Whidi, Tathata dan beragam sebutan yang lainnya. 

Ya, Dialah itu Tuhan kita, Tuhanya manusia. Dialah itu cahaya hidup yang ada dalam jiwa setiap manusia. Dialah itu suara lembut yang memanggil kita untuk kembali kepada-Nya, kembali menyatu dengan-Nya. 
Category: Uncategory | Views: 421 | Added by: edy | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar