menu

4:31 PM
Al-Fatihah ayat 2

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam


Jika basmallah adalah kalimat yang menjadi keharusan untuk diucapkan saat kita hendak melakukan sesuatu, hamdallah sebagaimana tertulis seperti pada ayat kedua surat Al-Fatihah ini adalah kalimat yang dianjurkan kepada kita untuk mengucapkannya setiap kali kita telah selesai melakukan pekerjaan. Hamdallah adalah sebuah ucapan syukur kita kepada Allah Tuhan semesta alam. Hamdallah adalah sebuah bentuk pengakuan akan kemahakuasaan Allah dan ketidakberdayaan kita di hadapan-Nya. Hamdallah adalah ekpresi pujian kita akan keserbabaikan Allah.

Ayat kedua dari surat Al-Fatihah ini merupakan kalimat yang jika kita dapat memahaminya dengan baik akan dapat membentuk sikap mental yang luar biasa pada diri kita. Salah satu hal yang mesti kita pahami betul darinya adalah bahwa Allah itu adalah satu-satunya yang pantas untuk dipuji dan diagungkan serta tidak ada seorangpun yang layak untuk kita puji dan agungkan selain dari Allah. Hal ini tentu bukan berarti kita tidaklah boleh memuji atau menghormati orang, akan tetapi hendaklah kita menyadari sepenuhnya bahwa Allah adalah sumber dan sebab dari segala kebaikan. Sehingga setiap pujian dan penghormatan kita kepada orang lain pun menjadi pujian dan penghormatan yang akan selalu berujung kepada Allah. Hal tersebut akan menjaga kita dari menuhankan yang lain selain Allah. Dan kesadaran akan Allah adalah sumber dan sebab dari segala kebaikan juga akan menjaga kita dari sikap menyombongkan dan meninggikan diri di hadapan Allah dan manusia; karena kita tahu betul bahwa hakekatnya tiadalah daya kita tanpa Allah. Dan semua pemahaman itu akan memebentuk motivasi hidup yang bersih pada diri kita. Motivasi hidup yang tulus hanya untuk ridha Allah semata.

Hal penting lainnya yang juga mesti kita pahami betul dari ayat ini adalah pengakuan akan kesempurnaan dan keserbabaikan Allah. Dimana bagi kita Allah adalah Tuhan yang kita memuji-Nya dalam segala situasi. Kita meyakini bahwa apapun yang terjadi dan seperti apapun situasinya, Allah tidak pernah tidak baik. Dia maha baik, selalu baik dan selamanya akan tetap baik. Pandangan yang demikian ini tentu akan berpengaruh besar terhadap sikap mental kita dalam menjalani hidup. Kita akan senantiasa berbaik sangka kepada Allah, kita akan selalu bersikap positif dan optimis dalam hidup, senantiasa bersyukur atas apa yang terjadi serta senantiasa mampu melihat dan menemukan kebaikan di dalam setiap situasi dan kejadian. 

Category: Uncategory | Views: 602 | Added by: edy | Tags: qur'an, kitab suci, Hamdallah | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar