Home » 2015 » May » 22 » Agama Itu Alat
9:59 AM
Agama Itu Alat

Agama itu alat. Agama alat untuk mencapai Tuhan Semesta Alam. Agama hadir untuk memudahkan dan menolong manusia mencapai tujuan hidupnya sebagaimana yang dikehendaki Tuhan. Semisal dengan kedaraan yang diciptakan untuk menghantarkan manusia dari satu tempat ke tempat lainnya, seperti rumah yang diciptakan untuk menjaga dan melindungi manusia dari berbagai hal yang membahayakannya dan seperti berbagai alat-alat lainnya yang hadir dalam kehidupan manusia untuk memudahkan manusia mecapai tujuannya, seperti itu jugalah fungsi agama yang diciptakan untuk menghantarkan manusia kepada keselamatan, keamanan, kedamaian dan kesejateraan. Mungkin tidak sedikit orang yang tidak sependapat jika dikatakan agama itu adalah alat. Namun walau demikian, adalah baik bagi kita untuk memikirkan perkara ini secara mendalam agar semoga dengannya kita menjadi mengerti dan agar tidaklah kita mengulang kesalahan generasi-generasi terdahulu sebelum kita yang tergelincir kepada "menuhankan agama".

Salah satu kendala kita untuk dapat memahami perkara ini dengan baik adalah karena masa hidup kita di bumi ini yang dapat dibilang terlalu singkat. Singkatnya umur manusia, yang umumnya tidak lebih dari 100 tahun, membuat kita akan sulit untuk dapat melihat dengan lengkap kisah perjalanan agama dan perjalanan peradaban manusia yang sudah berjalan sepanjang jutaan tahun ini. Mungkin akan berbeda halnya jika kita sudah hidup sejak zaman Adam dan masih hidup di zaman ini. Tentu kita akan dapat dengan mudah melihat bagaimana dari zaman ke zaman secara silih berganti agama hadir dalam kehidupan manusia untuk membantu manusia mencapai tujuan hidupanya. Kita juga akan melihat bagaimana agama berevolusi dari masa ke masa mengikuti irama zaman yang terus berubah untuk mencapai bentuk terbaiknya. Kita juga akan melihat bagaimana banyaknya para nabi, para rasul dan orang-orang suci yang telah hadir dalam kehidupan manusia untuk memperkenalkan agama dan sambung menyambung melakukan pembaharuan untuk memastikan umat manusia tetap hidup dalam jalur yang menghantar mereka kepada keselamatan, keamanan, kedamaian dan kesejahteraan itu. Dan kita juga akan melihat bagaimana dari zaman ke zaman itu setiap pembaharuaan akan selalu saja mendapat penolakan yang sengit dari para pewaris ajaran sebelumnya.

Pentingnya buat kita memahami agama sebagai alat adalah agar dengannya kita tidak menjadi terlalu kaku dalam beragama. Agar dengannya kita tidak menjadi orang-orang yang antipati terhadap pembaharuan. Agar dengannya kita tidak terjebak dalam penyembahan agama atau menuhankan agama. Adalah benar memang bahwa agama itu hal yang sakral dan adalah benar bahwa agama itu berasal dari Tuhan. Tapi haruslah juga kita ingat bahwa untuk manusialah agama itu ada dan bukan sebaliknya. Adanya keharusan-keharusan yang kita jalani dalam beragama itu sesungguhnya adalah demi dan untuk kepentingan manusia sendiri. Bukan untuk kepentingan agama dan Tuhan. Tuhan tidak mempunyai kepentingan apapun dalam hal itu selain dari agar manusia dapat mencapai keselamatan, keamanan, kedamaian dan kesejahteraan sebagaimana mestinya. Oleh karennya tidaklah aneh bagi kita mendapati bahwa telah hadir banyak nabi, rasul dan orang-orang suci dalam peradaban umat manusia ini yang datang untuk melakukan pembaharuan dari zaman ke zaman.

Ada dua hal yang menjadi alasan utama datangnya pembaharuan dari zaman ke zaman secara sambung menyambung itu. Yang pertama adalah lantaran disebabkan terjadinya pergeseran pemahaman suatu ajaran akibat telah panjangannya masa yang dilaluinya, dan yang kedua adalah lantaran pengaruh perkembangan zaman baru yang menghadirkan keadaan dan tantangan yang berbeda dari zaman sebelumnya. Namun terlepas dari itu, hal penting yang harus kita garis bawahi di sini adalah bahwa pembaharuan itu bukanlah hal baru. Pembaharuaan bukanlah hal yang muskil dan haram. Pembaharuan adalah dinamika yang telah berlangsung terus menerus di sepanjang peradaban umat manusia. Satu-satunya yang terlarang dalam hal ini adalah pembaharuan yang menyimpang dari fitrah umat manusia. 

Jadi terkait dengan agama sebagai alat ini, bisalah kita bayangkan jika di zaman yang seperti sekarang ini kita masih saja menggunakan kereta kuda untuk berpergian satu tempat ke tempat lain, kita masih saja menggunakan merpati untuk mengirimkan pesan, atau kita masih saja menggunakan perahu layar untuk mendatangi pulau-pulau dan negeri-negeri yang berbeda, tentu hal itu akan sangat menyusahkan dan merugikan keadaan kita. Untuk itu, sebagaimana setiap alat yang menopang kehidupan kita ini harus terus mengalami pembaharuan, demikian juga halnya dengan agama yang harus terus dapat mengikuti dinamika dan tantangan zaman. 

Category: Uncategory | Views: 365 | Added by: edys | Tags: agama | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar